Archaeoraptor

Archaeoraptor

 


Archaeoraptor liaoningensis pertama kali dipublikasikan dlm majalah National Geographic 1999. Melalui sebuah artikel yg ditulis Christopher Sloan, fosil ini dinyatakan sbg mata rantai yg hilang antara burung & dinosaurus theropod, & benar-benar bisa terbang. Sebelum National Geographic mempublikasikan, telah banyak yg meragukan keotentikan fosil ini. Tak pelak menjadi skandal ketika sebuah studi sains membuktikan fosil dr Cina ini a/ palsu, krn dibentuk dr bagian-bagian fosil dgn spesies yg berbeda. Zonghe Zhou, seorg paleontolog Cina, menemukan kepala & badan bagian atas milik spesimen fosil burung primitif Yanornis, bagian ekor milik Microraptor, sedangkan tungkai & telapak kaki milik hewan yg belum diketahui.

Posted in Hewan Purba | Tagged | 1 Comment

Predator Terbesar di Bumi

Predator Terbesar di Bumi

Monster ini berada di mata rantai makanan tertinggi di periode Cambrian.

Anomalocaridid (Livescience.com)
Monster ini adalah predator paling besar di dunia di zamannya. Ia hidup jutaan lalu, tumbuh membesar dan terus bertahan dalam kurun waktu yang begitu panjang.

Hewan laut yang lebih dikenal sebagai anomalocaridid itu sebenarnya tak begitu besar. Ukurannya antara 0,6 – 1,8 meter. Namun di masanya ia merupakan predator dengan ukuran tubuh yang paling besar.

Spesies yang bentuknya mirip udang itu punya bagian tubuh yang lunak, perut yang bergerigi, serta anggota tubuh mirip sungut, yang berduri. Fungsinya adalah untuk menyeret cacing atau mangsa lainnya untuk dilahap.

“Hewan ini berada di atas mata rantai makanan. Ia adalah predator yang tak tertandingi di masanya,” ujar Peter Van Roy, seorang paleobiologist dari Ghent University Belgia, seperti dikutip dari situs LiveScience.

Hasil riset terakhir menunjukkan bahwa binatang ini sempat merajai daerah perairan pada periode Cambrian pertengahan, antara 542 juta sampai 501 juta tahun yang lalu. Periode ini adalah masa di mana seluruh grup besar di kerajaan binatang muncul, dan ekosistem kompleks tengah terbentuk.

Bahkan , menurut peneliti Derek Briggs yang juga Direktur Yale Peabody Museum of Natural History, anomalocaridid adalah salah satu kelompok yang paling ikonik di antara grup-grup binatang di zaman Cambrian.

Fosil terbesar dari binatang ini ditemukan di gurun berbatu di sebelah tenggara Maroko, oleh kolektor bernama Mohammed Ben Moula. Dari fosil, diketahui bahwa predator ini hidup 30 juta tahun lebih lama daripada yang sebelumnya diperkirakan.

Dari fosil juga ditemukan struktur mirip 100 pedang fleksibel di setiap segmen di sepanjang punggung mereka. Para peneliti meyakini organ itu mungkin berfungsi sebagai insang. Ia hidup di dasar laut yang berlumpur, dengan kedalaman setidaknya 100 meter di bawah permukaan laut.

Menurut Van Roy, anomalocaridid bertahan sekian lama menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan baik dan merupakan predator yang sukses. Belum diketahui pasti apa penyebab anomalocaridid bisa punah.

Namun, ilmuwan curiga kepunahan binatang itu terkait dengan kemunculan dua predator lain di awal masa Ordovician (periode setelah Cambrian – sekitar 488 juta hingga 472 juta tahun silam), yakni eurypterid (kalajengking laut) dan nautiloid (seperti cumi-cumi dengan rumah kerang kerucut). Sebab, dua predator itu memiliki ukuran tubuh yang lebih besar.

“Sepertinya anomalocaridid tak bisa bersaing oleh predator-predator yang lebih canggih dan bisa beradaptasi lebih baik. Sementara anomalocaridid pada dasarnya memiliki tubuh yang lunak, eurypterid memiliki exoskeleton yang lebih keras. Adapun nautiloid punya kerang yang kokoh dan paruh yang bertenaga,” kata Van Roy. (adi)

• VIVAnews

Posted in Hewan Purba | Tagged | Leave a comment

Fosil Sapi Laut Purba

Fosil Sapi Laut Purba Ditemukan di Filipina

Fosil serupa pernah ditemukan di India, Madagascar, Pakistan, Sri Lanka, dan Indonesia.

Dugong, salah satu spesies sapi laut yang masih hidup. (moew.gov.ae)
 
 Sekelompok tim peneliti asal Italia menemukan tulang belulang  seekor sapi laut, spesies yang hidup sekitar 20 juta tahun lalu. Tulang-tulang tersebut ditemukan di sebuah gua di Filipina.

Beberapa tulang rusuk dan bagian tulang punggung  mamalia air itu ditemukan Februari dan Maret lalu di bebatuan kapur di atas perairan sebuah sungai bawah tanah di pulau Palawan.

“Fosil itu ada di dalam batu, di dalam gua. Kami tidak bisa menyingkirkan batu dan tidak ingin mengangkatnya,” kata Leonardo Piccini, geolog asal University of Florence, seperti dikutip dari Independent, 14 Juni 2011.

Piccini menyebutkan, ia dan timnya lebih memilih menunggu sampai adanya teknologi yang memungkinkan mempelajari fosil tanpa mengangkatnya dari batu.

Saat mengungkapkan temuannya dalam sembuah simposium, di mana pertama kalinya temuan itu dipublikasikan, Piccini menyebutkan, temuan langka itu berasal dari sekitar era Miocene yang berlangsung sekitar 20 juta tahun lalu.

“Kerangka ini merupakan kerangka hewan pertama dari spesies ini yang ditemukan di kawasan tersebut,” kata Piccini. “Untuk itu, sangatlah penting bagi kita merekonstruksi habitat dan penyebaran hewan ini di era Miocene,” ucapnya.

Menurut Federico Panti dan Paolo Forti yang juga anggota tim peneliti, dari perbandingan awal yang dilakukan terhadap spesimen fosil, terindikasi fosil imi merupakan salah satu dari dua spesies sirenia. Sebagai informasi, sirenia, dikenal juga dengan sapi laut, yakni hewan pemakan tumbuhan yang telah punah.

Diperkirakan, ketika hidup, hewan ini memiliki ukuran panjang sekitar 180 centimeter. Saat ini, ada dua spesies sapi laut yang masih hidup yakni dugong yang tinggal di kawasan Indo-Pacific, serta duyung, yang tinggal di kawasan Atlantik. Peneliti menyebutkan, fosil hewan seperti itu pernah ditemukan di India, Madagascar, Pakistan, Sri Lanka, dan di pulau Jawa, Indonesia.

“Spesies yang ditemukan di kepulauan Palawan merupakan yang pertama di Filipina dan ditemukan di kawasan paling timur,” kata  Piccini.

Untuk itu, para peneliti mendorong pemerintah agar melindungi kawasan Puerto Princesa, sungai bawah tanah yang sangat gencar dipromosikan sebagai tempat tujuan wisata. (umi)

• VIVAnews

Posted in Hewan Purba | Tagged , | Leave a comment

Dinosaurus Australia Serupa dengan di Inggris

Dinosaurus Australia Serupa dengan di Inggris

Temuan menandakan dinosaurus di kawasan utara dan selatan memiliki banyak kesamaan.

Temuan terbaru ini menandakan bahwa dinosaurus di kawasan utara dan selatan Bumi memiliki lebih banyak kesamaan dibanding sebelumnya dan mengindikasikan bahwa selama ini para peneliti salah. (bbc.co.uk)
 
Sebuah fosil tulang dinosaurus berukuran 5 centimeter yang ditemukan di Australia ternyata merupakan temuan yang sangat penting. Khususnya bagi ilmu pengetahuan yang menjelaskan bagaimana penyebaran dinosaurus di seluruh permukaan Bumi.

Fosil berusia 125 juta tahun itu merupakan tulang milik seekor spinosaurid, hewan vertebrata berleher panjang, serupa buaya yang memangsa ikan. Uniknya, spesimen tulang yang pertamakali ditemukan di kawasan Australia ini nyaris identik dengan tulang yang ditemukan di Inggris.

Sebelum ini, pemahaman yang berlaku di kalangan ilmuwan adalah, hewan purba di belahan utara dan selatan Bumi merupakan kelompok hewan yang berbeda dan terpisahkan secara geografis.

Namun, temuan terbaru menandakan bahwa dinosaurus di kawasan utara dan selatan Bumi memiliki lebih banyak kesamaan dibanding sebelumnya dan mengindikasikan bahwa pandangan sebelumnya mungkin tidak tepat.

“Setelah melihat spesimen dan terpaksa mengkaji ulang penyebaran spinosaurid, kami melihat kembali pada kolompok dinosaurus lain dari Australia, termasuk Tyrannosaur yang kami umumkan tahun lalu,” kata Paul Barrett, peneliti dari Natural History Museum, London, seperti dikutip dari BBC, 30 Juni 2011.

Dengan bukti-bukti baru ini, Barrett menyebutkan, kami mulai menyadari bahwa ada banyak kelompok dinosaurus yang sebelumnya kami kira hanya ada di kawasan utara atau selatan Bumi ternyata merupakan dinosaurus yang beredar luas.

Adapun fosil vertebrata yang masih kanak-kanak tersebut ditemukan di kawasan Victoria, Australia. Adapun tulang serupa sebelumnya ditemukan di kawasan selatan Inggris, yang di era Cretaceous kawasan tersebut jauh lebih hangat dan memiliki banyak laguna. (adi)

• VIVAnews

Posted in Dinosaurus | Tagged , , | 2 Comments

Dinosaurus Terkecil di Dunia

Dinosaurus Terkecil di Dunia

Dinosaurus ini menyerupai burung. Hidup antara 145 juta hingga 100 juta tahun lalu.

Dinosaurus berbulu yang hidup di kawasan dingin di kawasan timur laut China. (uua.cn)
 
 Sebuah fosil binatang yang menyerupai burung ditemukan di wilayah bagian selatan Inggris. Fosil itu diduga tulang dinosaurus yang menyerupai burung.

Seperti dikutip dari livescience.com, temuan ini dilaporkan oleh Paleozoologis dari Universitas Portsmouth, Darren Naish pada Agustus tahun lalu dan dimuat dalam jurnal Cretaceous Research.

Dinosaurus ini diberi nama Ashdown, sesuai dengan tempat penemuan fosil. Dinosaurus ini diduga hidup lebih dari 100 juta tahun yang lalu dan memiliki tinggi tak lebih dari 40 cm. Ashdown, kemungkinan merupakan jenis dinosaurus terkecil yang pernah hidup di muka bumi.

Fosil yang ditemukan itu berupa tulang leher kecil dengan panjang sekitar 7,1 milimeter. Tulang itu diduga milik dinosaurus Ashdown dewasa yang hidup di masa Cretaceous, sekitar 145 juta hungga 100 juta tahun yang lalu. Tulang milik maniraptoran, kelompok dinosaurus theropod ini, diyakini sebagai cikal bakal burung saat ini.

Mencari ukuran besar dinosaurus yang sebenarnya dengan hanya meneliti satu tulang memang sangat sulit. Namun, menurut Naish, para peneliti menggunakan dua metode untuk mencari tahu seberapa besar Ashdown.  Metode pertama dengan membuat model leher dinosaurus secara digital. Kemudian mencocokkan leher digital itu dengan bayangan maniraptoran pada umumnya. Namun, cara ini cenderung lebih banyak menggunakan unsur seni dari pada ilmiahnya.

Sedangkan metode kedua, lewat pendekatan yang lebih matematis dengan menggunakan rasio leher ke tubuh dinosaurus lainnya untuk menghitung panjang maniraptoran baru ini. Berdasarkan laporan yang dibuat Naish, kedua metode mendapatkan hasil, maniptoran baru kira-kira memiliki panjang antara 30 hingga 50 centimeter.

Jika dinosaurus Ashdown yang ditemukan ini memecahkan catatan rekor terkecil, dia akan mengalahkan dinosaurus terkecil yang pernah hidup di daerah Amerika Utara, Anchiornis. Dinosaurus ini juga menyerupai burung dan hidup di wilayah yang sekarang menjadi daerah Cina pada 160 juta hingga 155 juta tahun yang lalu. Jika berdiri, tingginya mencapai 50 cm dengan berat badan sekitar 2 kg.(umi)

• VIVAnews

Posted in Dinosaurus | Tagged | Leave a comment

Dinosaurus Selamat dari Pemusnahan Massal

Dinosaurus Selamat dari Pemusnahan Massal

Dari temuan terbaru, dipastikan dinosaurus hidup 700 ribu tahun setelah pemusnahan massal.

Meteor penyebab mass extinction, fenomena musnahnya dinosaurus. (beyondgenes.com)
 
 Peneliti dari University of Alberta memastikan bahwa fosil tulang dinosaurus yang ditemukan di New Mexico, Amerika Serikat, membantah paradigma yang sudah terbangun sejak lama bahwa era dinosaurus berakhir antara 65,5 sampai 66 juta tahun lalu.

Menggunakan teknik baru yakni penghitungan usia fosil berbasis uranium, tim peneliti yang diketuai Larry Heaman dari Department of Earth and Atmospheric Sciences, memastikan bahwa tulang paha dari seekor hadrosaurus berusia hanya 64,8 juta tahun.

Artinya, dinosaurus pemakan tanaman ini hidup sekitar 700 ribu tahun setelah fenomena pemusnahan massal yang diyakini oleh banyak paleontologis sebagai kejadian yang memusnahkan dinosaurus darat dari seluruh permukaan Bumi selama-lamanya.

“Sebelum ini diyakini bahwa pemusnahan massal dinosaurus terjadi antara 65,5 sampai 66 juta tahun lalu,” kata Heaman, seperti dikutip dari Science Daily, Jumat 17 Juni 2011. “Diyakini, sebuah meteor raksasa yang menghantam Bumi melontarkan material yang memblokir sinar Matahari. Hal itu menyebabkan perubahan iklim secara ekstrim dan membunuh tanaman di seluruh dunia,” ucapnya.

Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Geology, Heaman dan timnya menyebutkan, ada beberapa alasan yang memungkinkan hadrosaurus asal New Mexico itu berhasil bertahan dari fenomena pemusnahan massal yang terjadi di akhir era Cretaceous itu.

“Ada kemungkinan bahwa di kawasan tertentu, tanaman tidak musnah dan sejumlah hadrosaurus berhasil bertahan dengan mengonsumsi tanaman tersebut,” ucap Heaman.

Untuk itu, Heaman menyebutkan, saat ini terbuka pula peluang bahwa sebuah telur dinosaurus berhasil selamat dari kondisi iklim ekstrim. Namun demikian, itu masih harus terus dieksplorasi lebih lanjut.

Dengan temuan terbaru ini, Heaman dan timnya yakin bahwa jika teknik pengukuran baru itu digunakan untuk mengukur usia sampel fosil lain, paradigma pemusnahan massal yang mengakhiri hidup seluruh dinosaurus boleh jadi perlu direvisi. (art)

• VIVAnews

Posted in Dinosaurus | Tagged , | Leave a comment

Perdebatan Punahnya Dinosaurus

Perdebatan Punahnya Dinosaurus

Dipastikan, dinosaurus masih hidup saat meteor selebar 15 kilometer menghantam Bumi.

Dipastikan, selain dinosaurus avian (terbang), dinosaurus darat juga masih hidup saat meteor selebar 15 kilometer menghantam Bumi. (beyondgenes.com)
BERITA TERKAIT
  • VIDEO: Larva Belut Misterius di Bali
  • Ilmuwan: Monster Laut Benar-benar Ada
  • Laba-Laba Berbahaya Ancam Jerman
  • 5 dari 8 Spesies Tuna Terancam Punah

VIVAnews – Palaeontologis di seluruh dunia akhirnya bisa mengakhiri perdebatan sengit selama 30 tahun terakhir seputar teori yang menyebabkan punahnya dinosaurus dari muka Bumi.

Sejauh ini, ada dua teori bagaimana punahnya dinosaurus. Teori pertama, dinosaurus sudah punah secara bertahap jauh sebelum hantaman batu raksasa pada planet ini sekitar 65 juta tahun lalu. Penyebabnya adalah pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut.

Teori kedua menyebutkan, meteor yang jatuh di Semenanjung Yucatan, di kawasan tenggara Meksiko itulah yang memicu kepunahan massal. Meteor ini menyebabkan kebakaran raksasa, melontarkan serpihan debu ke langit dan memblokir sinar matahari selama ratusan juta tahun.

Akibat hantaman meteor berukuran lebar sekitar 15 kilometer itu, muncul lubang selebar sekitar 200 kilometer. Pasir, debu dan material lain yang terlontar ke angkasa kemudian jatuh tersebar di permukaan bumi dan menghasilkan lapisan yang disebut dengan K-T boundary (lapisan yang menandai batas era Cretaceous dan  the Tertiary).

Sepotong tanduk dinosaurus bisa menjawab perdebatan seputar apakah dinosaurus darat masih ada saat asteroid itu menabrak Bumi, 65 juta tahun lalu. Tanduk berukuran 45 sentimeter, kemungkinan milik seekor triceratops itu ditemukan di kawasan Hell Creek, Montana, Amerika Serikat.

Penemunya adalah Tyler Lyson, ketua tim peneliti dari Yale University. Ia menyebutkan, spesimen yang ditemukan itu berada hanya 13 sentimeter di bawah lapisan material yang disebabkan oleh tumbukan meteor. “Ini membuatnya menjadi fosil dinosaurus termuda yang pernah ditemukan,” ucap Lyson, seperti dikutip dari ABC, 13 Juli 2011.

Lyson menyebutkan, karena tanduk itu ditemukan di batu lumpur, kemungkinan jarak antara usia fosil itu dengan tumbukan asteroid bisa berselisih hanya 1 tahun saja. “Fosil ini menunjukkan bahwa dinosaurus non avian atau dinosaurus darat setidaknya masih hidup saat meteor menabrak Bumi,” kata Lyson.

Lyson menyadari bahwa penelitiannya tidak sepenuhnya membantah proses pemunahan bertahap. Akan tetapi ia yakin bahwa temuannya membantah salah satu teori yang menyebutkan bahwa dinosaurus lebih dulu punah sebelum hujaman asteroid.

Seperti diketahui, teori seputar punahnya dinosaurus akibat diperkenalkan 30 tahun lalu. Sejak itu, muncul perdebatan seputar apakah dinosaurus darat punah sebelum tabrakan terjadi. Temuan terbaru ini sendiri dipublikasikan di jurnal Biology Letters dari Royal Society. (umi)

• VIVAnews

Posted in Dinosaurus | Tagged , | Leave a comment