Dimetrodon

Dimetrodon adalah sejenis synapsida (‘mamalia mirip reptil’) genus yang berkuasa selama Permian Period, hidup antara 280-265 juta tahun lalu. Ia lebih terkait erat dengan mamalia dibandingkan reptilia seperti kadal.

Dimetrodon juga bukan dinosaur, walaupun umumnya dikelompokkan dengan mereka. Sebaliknya, ia diklasifikasikan sebagai pelycosaur. Dimetrodon orang tua yang telah ditemukan di Amerika Utara dan Eropa, serta penemuan jejak kaki Dimetrodon yang signifikan di selatan New Mexico oleh Jerry Macdonald.

Dimetrodon adalah predator dominan, dan salah satu yang terbesar di zamannya. Ia dapat tumbuh sepanjang 3 meter (10 kaki. Nama Dimetrodon berarti ‘dua ukuran gigi’, dikarenakan ia memiliki tengkorak besar dengan dua jenis gigi yang berbeda, tidak seperti reptil. Dimetrodon berjalan dengan empat kaki di samping tubuhnya dan memiliki ekor berukuran besar, diduga Dimetrodon berjalan dengan cara yang sama seperti kadal modern

Yang paling menarik dari penampilan Dimetrodon adalah sirip menakjubkan dari punggungnya (pelycosaurus lain seperti Edaphosaurus, Ianthasaurus, and Sphenacodon juga memiliki ini). Sirip ini, yang penuh dengan pembuluh darah, mungkin saja digunakan untuk mengatur suhu tubuhnya; permukaan kulitnya memudahkannya untuk menghangatkan atau menyejukkan tubuhnya lebih efisien. Adaptasi ini penting karena dapat menambah waktu berburunya. Sirip ini mungkin juga dipakai untuk menarik pasangan atau memperingatkan pemangsa lain. Sirip ini juga di topang oleh urat syaraf, masing-masing tumbuh dari tulang belakangnya. Bramwell dan Fellgett (1973) memperhitungkan bahwa Dimetrodon seberat 200 kg dapat menigkatkan suhu tubuhnya dari 26 °C sampai 32 °C dalam 205 menit tanpa sirip dan hanya 80 menit dengan sirip

Sebagai synapsid, Dimetrodon memang berkerabat jauh dengan mamalia modern. Synapsid adalah tetrapoda (hewan berkaki empat)pertama yang memiliki gigi yang berbeda. Jika Reptilia mengalami kesulitan mengunyah makanannya, dan menelannya bulat-bulat, synapsid seperti Dimetrodon memiliki gigi untuk mencabik daging menjadi bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna. ‘Kedua jenis gigi ini’ berkembang menjadi bermacam-macam gigi yang dimiliki mamalia modern.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s